Parangjoro, 12 Maret 2026 — Klinik Ngudi Sehat Parangjoro kembali menghadirkan inovasi digital untuk mendukung mutu pelayanan kesehatan. Kali ini, dr. Aruji Hudoyo bin Chafidz Fauzi selaku Penanggung Jawab sekaligus Tim IT Klinik Ngudi Sehat Parangjoro meluncurkan Aplikasi ICD-10/ICD-9 AI Engine — sebuah sistem pencarian kode diagnosis berbasis kecerdasan buatan yang dapat diakses secara gratis melalui icd.ngudisehat.com.
Aplikasi ini hadir sebagai jawaban atas tantangan nyata yang dihadapi dokter dan tenaga medis setiap harinya: mencari kode diagnosis ICD yang tepat dari lebih dari 18.500 kode ICD-10 dan 4.600 kode ICD-9-CM bukanlah pekerjaan yang mudah, terutama di tengah padatnya jam praktik.
ICD (International Classification of Diseases) adalah sistem klasifikasi penyakit internasional yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan diwajibkan penggunaannya di seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia. Setiap kali dokter menegakkan diagnosis, kode ICD harus dicantumkan dalam rekam medis, surat rujukan, maupun klaim BPJS Kesehatan.
Penting untuk diketahui, seluruh kode ICD-10 dan ICD-9-CM dalam aplikasi ini sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh WHO sekaligus selaras dengan platform Satu Sehat Kementerian Kesehatan RI — sistem integrasi data kesehatan nasional yang menjadi acuan wajib seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia. Artinya, kode yang dihasilkan aplikasi ini dapat langsung digunakan untuk input ke sistem RME (Rekam Medis Elektronik) yang terintegrasi dengan Satu Sehat tanpa perlu validasi ulang.
Kesalahan dalam penentuan kode ICD dapat berdampak serius: klaim BPJS ditolak, rekam medis tidak valid, hingga potensi permasalahan dalam audit layanan kesehatan. Itulah mengapa kecepatan dan akurasi pencarian kode ICD sangat krusial.
Keunggulan mendasar aplikasi ini terletak pada kualitas dan keabsahan sumber datanya. Database dan Knowledge Base aplikasi tidak hanya bersumber dari satu referensi, melainkan mengintegrasikan berbagai sumber terpercaya:
Dengan kombinasi sumber data ini, setiap kode yang direkomendasikan aplikasi bukan sekadar valid secara administratif, tetapi juga relevan secara klinis.
Yang membedakan aplikasi ini dari referensi ICD konvensional adalah penggunaan teknologi kecerdasan buatan berlapis yang memastikan hasil selalu tersedia — bahkan untuk istilah lokal, singkatan, maupun ejaan yang salah sekalipun.
Sistem pencarian bekerja dalam empat lapisan secara otomatis:
Hasilnya: tidak ada pencarian yang benar-benar gagal.
Cukup ketikkan nama penyakit, gejala, istilah lokal, atau kode ICD langsung — sistem akan menemukan kode yang paling relevan beserta alternatifnya, lengkap dengan istilah Indonesia, istilah Inggris, gejala klinis, dan tingkat akurasi.
Aplikasi ini sepenuhnya mendukung pencarian dalam dua bahasa sekaligus — Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris — serta secara khusus mengenali istilah lokal Bahasa Jawa yang lazim digunakan dokter dan pasien di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.
Pengguna tidak perlu mengingat istilah medis formal. Cukup ketik seperti bicara sehari-hari:
Fitur ini sangat membantu di fasilitas kesehatan tingkat pertama di mana komunikasi antara dokter dan pasien sering menggunakan bahasa daerah.
Dokter sering mengetik cepat di sela-sela pelayanan. Sistem dilengkapi koreksi ejaan otomatis tiga lapis: tabel sinonim typo, algoritma Levenshtein, dan soundex fonetik. Ketik "typhus" → tetap menemukan Tifoid (A01.0). Ketik "appendicitis" → langsung menuju Apendisitis (K37). Ketik "fertigo" → sistem mengarahkan ke Vertigo. Bahkan singkatan medis seperti "DM", "HT", "TBC", "ISK", "CHF" pun langsung dikenali.
Fitur unggulan untuk pasien dengan lebih dari satu diagnosis. Ketik misalnya "Stroke + DM + Dislipidemia" — sistem secara otomatis mendeteksi bahwa ini adalah query multi-diagnosis dan menampilkan kartu kode ICD untuk setiap penyakit secara paralel, lengkap dengan tombol Salin, Favorit, dan penilaian Relevan per kartu.
Fitur Konteks Klinis adalah asisten diagnostik cerdas yang bekerja di lapis lebih dalam dari sekadar pencarian kode. Saat dokter memasukkan sekumpulan gejala atau kondisi klinis pasien — misalnya "pasien laki-laki 55 tahun, sesak napas, kaki bengkak, riwayat hipertensi lama" — sistem akan menganalisis konteks secara menyeluruh dan memberikan:
Fitur ini dirancang bukan sebagai pengganti penilaian dokter, melainkan sebagai second opinion berbasis data yang membantu mempercepat proses pengambilan keputusan klinis, terutama pada kasus dengan presentasi gejala yang kompleks atau tidak tipikal.
Tersedia Panduan Praktik Klinis (PPK) untuk 123 penyakit prioritas sesuai kebijakan BPJS Kesehatan, meliputi kriteria diagnosis, rencana terapi, dan indikasi rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan. Data PPK bersumber dari panduan resmi berbagai organisasi profesi kedokteran nasional, sehingga standar tata laksana yang ditampilkan dapat dipertanggungjawabkan secara klinis.
Sistem secara cerdas mempelajari pola pencarian pengguna dan menampilkan chip "Sering Dicari Bersama" di bawah hasil utama. Misalnya, setelah mencari Hipertensi (I10), sistem menyarankan: Diabetes Melitus (E11), Penyakit Ginjal Kronik (N18). Data ini murni berasal dari pola nyata pengguna, bukan generik.
Setiap hasil pencarian dilengkapi tombol 👍 Relevan / 👎 Tidak Relevan. Penilaian dari dokter pengguna dikumpulkan dan digunakan untuk terus meningkatkan akurasi sistem — semakin sering dipakai, semakin cerdas hasilnya.
Aplikasi mendukung dua pilihan tampilan yang dapat diubah kapan saja dengan satu klik: Mode Gelap (dark mode) untuk kenyamanan di ruangan dengan pencahayaan rendah atau saat digunakan malam hari, dan Mode Terang (light mode) untuk kondisi pencahayaan normal. Pengaturan tampilan tersimpan otomatis di perangkat pengguna.
Aplikasi dilengkapi Mode Offline yang memungkinkan pencarian kode ICD tetap berjalan meski koneksi internet tidak tersedia atau tidak stabil. Saat pertama kali digunakan dalam kondisi online, aplikasi secara otomatis mengunduh subset data kode ICD yang paling umum ke penyimpanan lokal perangkat. Selanjutnya, ketika internet terputus, pencarian dasar tetap dapat dilakukan menggunakan data lokal tersebut, dengan hasil yang ditandai dengan label "📵 Hasil Offline" sebagai penanda. Koneksi internet hanya diperlukan untuk pencarian AI tingkat lanjut dan sinkronisasi data terbaru. Fitur ini sangat berguna di fasilitas kesehatan yang berada di daerah dengan keterbatasan akses internet.
Kode ICD yang sering digunakan dapat disimpan sebagai favorit untuk akses cepat di sesi berikutnya. Riwayat pencarian sesi ini juga tersimpan otomatis sehingga mudah ditelusuri kembali.
Aplikasi mendukung teknologi Progressive Web App (PWA) — dapat diinstal langsung di layar utama smartphone Android maupun iPhone dan juga OS WIndows tanpa perlu mengunduh dari toko aplikasi. Tampilan otomatis menyesuaikan ukuran layar perangkat apa pun.
Aplikasi ICD-10/ICD-9 AI Engine dirancang untuk digunakan oleh:
Aplikasi ini sepenuhnya gratis dan tidak memerlukan registrasi untuk penggunaan pencarian umum.
Menurut dr. Aruji Hudoyo bin Chafidz Fauzi, aplikasi ini lahir dari pengalaman langsung sebagai dokter praktik.
"Aplikasi ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Setiap hari saya harus mencari kode ICD, dan prosesnya selama ini memakan waktu serta rawan salah. Dengan teknologi AI yang semakin terjangkau, kami ingin menjawab kebutuhan itu — tidak hanya untuk klinik kami, tetapi untuk semua dokter dan tenaga medis di Indonesia yang menghadapi tantangan yang sama. Kami juga memastikan semua kode selaras dengan standar Satusehat Kemenkes RI dan WHO, sehingga pengguna dapat menggunakannya langsung tanpa khawatir soal validitas kode," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengembangan aplikasi ini bersifat berkelanjutan. Fitur-fitur baru terus dikembangkan berdasarkan masukan dari pengguna.
Menggunakan Aplikasi ICD-10/ICD-9 AI Engine sangat mudah:
Tidak perlu daftar, tidak perlu login, langsung bisa digunakan.
Peluncuran Aplikasi ICD-10/ICD-9 AI Engine ini melanjutkan jejak inovasi digital Klinik Ngudi Sehat Parangjoro yang sebelumnya telah meluncurkan Aplikasi Surat Sehat Digital (Januari 2026) dan Website Jadwal Praktik Dokter (Juli 2025). Semua inovasi ini merupakan bagian dari visi klinik untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang modern, efisien, dan berkualitas bagi masyarakat Parangjoro dan seluruh masyarakat dan tenaga medis di Indonesia.